Selamat datang! Dhia masih belajar ngeblog, makanya blognya aneh. Harap maklum....!! o_O
Tampilkan postingan dengan label koran tempo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label koran tempo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 November 2010

Kurikulum Bencana Segera Diajarkan

"Pendidikan bencana itu absolut."

JAKARTA - Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mendorong pengetahuan mengenai bencana segera masuk kurikulum pendidikan, paling tidak untuk pendidikan tingkat menengah.

Sebab, menurut Kepala Biro Pusat Informasi Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat Safri Burhanuddin, pengetahuan masyarakat Indonesia tentang bencana masih minim.

"Buktinya, saat kejadian tsunami Mentawai, banyak masyarakat belum tahu akan terjadi tsunami," kata Safri dalam jumpa pers di kantornya kemarin.

Safri mengatakan kebutuhan akan kurikulum bencana di sekolah sangat mendesak karena Indonesia merupakan daerah bencana. "Jadi kita harus bersahabat dengan bencana," ujar pakar geologi laut lulusan Universite de Bretagne Occidentale Brest, Prancis, ini.

Dia menilai pengetahuan masyarakat mengenai bencana penting untuk meminimalkan dampak kerusakan yang terjadi. Karena itu, Kementerian mendorong pengetahuan bencana masuk kurikulum pendidikan. "Secepatnya," kata dia ketika ditanyai kapan kurikulum bencana diajarkan di sekolah.

Menurut Safri, kurikulum itu seharusnya sudah diajarkan kepada anak-anak di sekolah dasar, terutama di daerah yang rawan bencana, seperti gempa dan tsunami. Pelatihan untuk menghadapi bencana, kata dia, juga perlu dilaksanakan.

Safri mengimbau masyarakat tidak panik ketika bencana terjadi. Dia meminta masyarakat yang tinggal di pesisir pantai berhati-hati bila melihat air laut tiba-tiba surut.

"Lebih baik langsung naik ke daratan yang lebih tinggi," kata dia. Dia berharap pemerintah mengawasi bangunan yang ada apakah sudah tahan gempa.

Permintaan agar pengetahuan tentang bencana masuk kurikulum pendidikan juga dilontarkan anggota Dewan Perwakilan Daerah asal Jawa Tengah, Poppy Dharsono. "Pendidikan bencana itu absolut. Harus itu'" kata dia di pendopo Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, kemarin.

Menurut dia, Indonesia adalah negara rawan bencana alam. Namun, kata dia, kondisi itu tak diimbangi dengan rancangan penanganan yang baik sehingga, tiap kali bencana terjadi, pemerintah kelabakan menanganinya.

Ia menyebut penanganan pengungsi Merapi, di mana ribuan orang dikumpulkan terpisah dari ternaknya. Akibatnya, kata dia, pengungsi kembali ke rumah meski kondisi Merapi belum aman. "Penanganan belum komprehensif," kata dia.

Di Jepang, kata dia, pemerintahnya cukup tanggap. Siswa sekolah disana diajari pelatihan menghadapi bencana. Bangunan yang didirikan pun selalu menyesuaikan dengan ancaman bencana.

"Seperti tentara yang dipersiapkan berperang, menghadapi bencana juga harus dipersiapkan," ujar Poppy.

Sumber : Koran Tempo edisi Sabtu, 13 November 2010

Baca semua akh...

Rabu, 10 November 2010

Peta Lalu Lintas Mantel Bumi

BRISTOL - Tumbukan lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia, yang memicu terjadinya gempa Mentawai pada akhir Oktober lalu, diduga menjadi penyebab aktifnya belasan gunung api di Indonesia. Meski secara teoritis hal itu dimungkinkan, sejumlah pakar masih ragu karena hingga kini manusia "buta" soal isi perut bumi.

Berbagai cara dilakukan sejumlah ilmuwan untuk menguak rahasia yang terkubur di dalam bumi. Kini sejumlah ilmuwan di University of Bristol, Inggris, mengembangkan semacam CAT scan, yang biasa digunakan untuk memotret otak dan organ dalam tubuh lainnya, untuk memindai bumi. Bedanya, alat ini menggunakan gelombang seismik.

Dengan teknologi gelombang seismik ini, mereka akan dapat mengukur bagaimana bagian mantel bumi, yang hingga kini masih misterius. Lapisan tersebut adalah daerah pertemuan mantel dengan inti, sebuah bola besi di pusat bumi, berdiameter 7.000 kilometer. "Bagian tepat di atas inti itu memiliki karakteristik misterius yang dapat kita ukur menggunakan gelombang seismik," kata anggota timpeneliti andy Nowacki, geofisikawan di University of Bristol.

Para ilmuwan berharap penerapan teknologi ini dapat membantu mereka menggambarkan mantel bumi secara utuh serta bagaimana lapisan itu bergerak.

Serupa dengan CAT scan, yang menggunakan sinar-X untuk mengambil gambar bagian dalam tubuh, teknik ini menggunakan gelombang seismik untuk mengukur bagaimana cara kerja material yang tersimpan jauh di dalam perut bumi. Pergerakan mantel, yaitu lapisan batuan panas solid yang mengalir di bawah kerak bumi, mengendalikan lokasi benua dan samudra serta menggerakan tumbukan lempeng tektonik yang mengguncang permukaan bumi. "Kami berharap bisa menciptakan sebuah peta lalu lintas mantel bumi, di mana jalan bebas hambatan dan persimpangannya."

Mantel bumi adalah lapisan batuan tebal yang ditemukan pada kedalaman 40 kilometer di bawah tanah. Meski solid, batuan itu begitu panas sehingga lapisan tersebut dapat mengalir seperti adonan semen. Lapisan batuan itu dipanaskan dari bawah, sehingga substansi tersebut bersirkulasi seperti api di kompor.

Geofisikawan mengetahui bagaimana material leleh itu bergerak ketika mencapai puncak mantel setebal 2.900 kilometer. Di sana, mantel mulai melambat dan tidak aktif, tapi memicu pergerakan lempeng batu di permukaan bumi, menciptakan pegunungan, memasok gunung api, dan menyebabkan gempa bumi.

Paerihal apa yang terjadi di dasar mantel, hingga saat ini masih menjadi teka-teki besar. Para ilmuwan ingin mengetahui bagaimana bagian atas dan bawah mantel bergerak sehingga dapat memprediksi secara akurat bagaimana perilaku permukaan bumi selama bertahun-tahun.

"Satu-satunya cara untuk mengukur bagian dalam bumi pada kedalaman hingga ribuan kilometer itu hanyalah dengan gelombang seismik," kata Nowacki. "Ketika sebuah gempa besar terjadi dan gelombang bergerak ke seluruh penjuru bumi, pengaruhnya berbeda satu sama lain, dan kami dapat memeriksa semua karakteristiknya untuk mengetahui apa yang terjadi ribuan kilometer di bawah kaki kita, suatu wilayah yang tak akan pernah kita datangi."



Meski dapat membantu para ilmuwan mengintip apa yang terdapat di perut bumi, bukan berarti alat CAT scan gelombang seismik ini dapat memprediksi kapan suatu gempa terjadi. "Ini tak akan membantu kami memprediksi gunung api di Indonesia, tapi dalam makna yang jauh lebih besar. Jika kami memahami panas yang mengalir keluar dari bumi dan struktur mantel serta inti bumi dalam makna yang lebih luas, kami akan dapat memahami lempeng tektonik dengan lebih baik," kata Michael Bergman dari Bard College di Simon's Rock, Massachusetts, mengomentari penemuan tim Nowacki.

Nowacki dan koleganya menggunakan pendekatan ini untuk membongkar rahasia bagaimana pergerakan mantel bawah di Amerika Tengah dan Amerika Utara. Dalam hitungan tahun hingga satu dasawarsa, kata dia, timnya berharap bisa menggunakan pendekatan tersebut di berbagai tempat lain di dunia.

Untuk merealisasi peta mantel itu, Bergman menyatakan perlunya dibentuk sebuah jejaring seismik yang bagus. Ketika gempa mengguncang Bolivia, misalnya, para ilmuwan memerlukan seismometer di sana sehingga dapat merekam gelombang seismik yang terjadi.

Hingga saat ini, jejaring seismik masih bolong-bolong. Ketika gempa meluluhlantakkan Haiti pada 12 Januari lalu, negara itu ternyata cuma mempunyai satu seismometer. Itu pun tak terpasang dengan sempurna.

Sumber: Koran tempo edisi 11 November 2010

Baca semua akh...

Pidato Pulang Kampung Obama Dipuji

"Bhinneka Tunggal Ika, contoh yang Indonesia berikan kepada dunia."

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Barack Obama kemarin kembali menunjukkan kelasnya sebagai orator ulung. Kuliah umum tentang pembangunan, demokrasi, dan kehidupan beragama yang ia bawakan memukau 6.000 orang yang memadati Balairung Universitas Indonesia, Depok. "Pulang kampung, nih," katanya, disambut aplaus meriah dan gelak tawa.

Sejurus kemudian, seraya tersenyum, Obama, yang mengenakan setelan jas lengkap, mengatakan, "Indonesia adalah bagian dari diri saya."

Alhasil, tak cuma mahasiswa, akademisi, teman-teman sekolah dasarnya, dan guru Obama di Menteng yang tersentuh oleh pidato Obama yang amat personal itu, tapi juga para politikus dan tokoh agama. Bekas presiden B.J. Habibie bahkan merekam pidato bekas Senator Partai Demokrat dari Illinois, Chicago, itu. "Ada 6.000 undangan yang kami sebar," ujar Wakil Atase Pers Kedutaan Amerika Corina Sanders.

Dalam kuliah umum selama 30 menit itu Obama menegaskan, dia datang sebagai teman dan juga presiden yang mencari kemitraan yang mendalam dan kekal di antara kedua negara. "Amerika Serikat dan Indonesia terikat bersama oleh kepentingan umum dan nilai-nilai bersama," ujarnya.

Obama pun memuji Indonesia sebagai negeri yang terdiri atas ribuan pulau dan beragam bahasa. "Ini membuat saya menghargai kemanusiaan," katanya. Ia menyebut ayah tirinya, yang seorang muslim, sebagai cerminan multikultural keluarganya yang lahir dari nilai saling menghargai sesama manusia. "Bhinneka Tunggal Ika, contoh yang bisa Indonesia berikan kepada dunia," ucapnya, yang kembali disambut tepukan gemuruh.

Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, kata Obama, Indonesia berhasil menyatukan keberagaman. "Saya melihat masjid dan gereja berdampingan. Ini membuktikan agama di Indonesia bisa hidup berdampingan," kata Obama, yang sebelum ke UI berkunjung ke masjid Istiqlal beserta istrinya, Michelle, 47 tahun.

Komentar pun berseliweran di jagat maya. Isinya, memuji pidato Obama. Di jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter, orang-orang menyebut isi "ceramah" Obama soal keberagaman dan humanisme sebagai luar biasa. Semisal, "Mestinya yang ngomong begini bukan Obama", atau "Kapan kiranya Indonesia punya pidato yang layak disimpan dalam kenangan dari pemimpinnya?".

Pemberitaan media luar negeri pun gencar. Saluran berita Inggris, BBC, menulis judul "Obama: Indonesia Example to World". Sedangkan Christian Science Monitor menuliskan, "Obama lauds Indonesia for religious tolerance, democratic reform", dan harian terkemuka The New York Times menulis judul "In Jakarta Speech, Obama Addresses Wider Muslim World".

Obama memang menekankan bahwa Amerika tak pernah memusuhi Islam. "(Terorisme) tak ada hubungannya dengan agama apa pun di dunia, termasuk Islam," tuturnya. Namun Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai Obama melakukan repetisi dalam pidatonya.

"Khusus pada bab demokrasi dan agama, itu banyak pengulangan. Termasuk dari pidato kairo. Seperti tak ada yang baru," kata Din Syamsuddin. Tapi, "Secara umum pidato Obama impresif, akrab, dan dekat."

Deputi Sekretaris Wakil Presiden Bidang Politik, Dewi fortuna Anwar, mengatakan Indonesia tak boleh besar kepala gara-gara dipuji. "Kita senang dengan pujian itu, tapi kita harus bertanggung jawab untuk merealisasikan keadaan yang lebih baik," katanya. Sebab, kata Dewi, "Pujian Obama soal kerukunan beragama sebenarnya merupakan tuntutan kepada Indonesia untuk benar-benar mewujudkan hal tersebut."

Tak terasa kuliah umum yang dimulai pukul 9.30 itu berakhir tepat pukul 10.00. Obama turun panggung dan, sembari tersenyum, menyalami semua orang yang duduk di barisan depan. Peserta kuliah, yang sudah berkumpul sejak pukul 6.15 di Parkir Timur senayan untuk menuju UI, pun membubarkan diri. "Sayang pidatonya singkat sekali," kata seorang peserta.

Sumber: Koran Tempo edisi 11 November 2010

Baca semua akh...