Selamat datang! Dhia masih belajar ngeblog, makanya blognya aneh. Harap maklum....!! o_O

Minggu, 31 Oktober 2010

Indonesia Dirundung Duka

Bumi pertiwi tak henti-hentinya menangis. Entah kapan bermulanya, hingga detik ini bencana terus melanda Indonesia. Dari mulai banjir, kebakaran, tanah longsor, gunung meletus, gempa, sampai tsunami. Astagfirullah... Ada apa dengan Indonesia??

Kalo yang namanya kebakaran, di Indonesia ini kayaknya udah bukan hal yang aneh lagi. Semuanya berawal dari keteledoran manusia juga. Tidak teliti terhadap segala sesuatu yang dapat menyebabkan kebakaran, seperti yang paling simpel aja, orang biasanya semabarangan kalo buang puntung rokok. Puntung rokok emang kecil, paling-paling panjangnya nggak sampai 4 cm, tapi akibatnya bisa membakar puluhan bahkan ratusan bangunan, dan bisa juga sampai memakan korban jiwa. Naudzubillahimindzalik....

Kalo urusan banjir, biasanya yang paling duluan disalahin adalah pemerintah. Padahal pangkal dari semua masalah banjir, ya tetap saja, masyarakat. Kebiasaan buang sampah sembarangan, buang di kali atau di selokan, bisa menyumbat aliran air sungai, akibatnya terjadi banjir, terutama di musim hujan. Dari banjir itu sendiri, banyak penyakit yang bisa terjangkit. Dan yang dirugikan, ya masyarakat juga. Tapi lagi-lagi yang disalahin pemerintah, pemerintah yang lalai, pemerintah yang kurang tanggap, pemerintah yang kerjanya cuma foya-foya (hehehe kalo yang terakhir ini, no comment). Yang baru-baru ini terjadi adalah banjir di Wasior, Papua. Jumlah korban yang meninggal mencapai lebih dari 160 orang. Innalillah....

Persoalan tanah longsor lebih parah lagi. Tuhan itu sudah menciptakan dan menganugerahi bumi Indonesia dengan tanah yang subuh, kalo dilihat di peta aja hijau banget. Letak daerahnya strategis, iklimya tropis dengan curah hujan cukup tinggi. Bisa dikatakan, Indonesia adalah salah satu paru-paru dunia karena alamnya dipenuhi rimbunan pepohonan tropis yang hijau. Tapi itu dulu,... jauh sebelum Indonesia jadi gundul kayak sekarang. Di Indonesia sekarang ini, orang beramai-ramai menebangi hutan untuk dijadikan tempat hunian, dibangun pabrik dan gedung-gedung. Pohon-pohon ditebangi tanpa ditanami lagi (reboisasi), kayunya dijual bahkan diselundupkan ke luar negeri. Neraga tetangga tertawa, tapi bangsa sendiri menangis. Tanah yang rusak akibat hutan gundul, longsor tak dapat dicegah lagi. Malah masyarakat yang bodoh memilih membakar hutan untuk membuka lahan, akhirnya terjadilah kebakaran hutan. Banyak hewan kehilangan habitat mereka, asap yang tebal mengganggu transportasi dan mengakibatkan penyakit pernafasan. MasyaAllah...

Letak yang strategis memang banyak menguntungkan Indonesia. Tapi ada juga dampak buruknya. Indonesia yang merupakan salah satu negara Asia Tenggara, terletak pada pertemuan lempeng-lempeng geologi, dengan aktivitas kegempaan (seismik) dan gunung berapi (vulkanik) yang tinggi. Di Indonesia sendiri bertemu dua lempeng benua besar, yaitu lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Hal ini yang menyebabkan Indonesia rawan gempa.

Gempa yang sering terjadi di Indonesia biasanya berpusat di dasar laut atau di lepas pantai, sehingga tidak jarang menimbulkan tsunami pada daerah di sekitarnya. Yang paling dahsyat yang pernah dirasakan Indonesia adalah gempa dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 pukul 7:58:53 WIB. Gempa bumi tektonik berkekuatan 8,5 SR berpusat di Samudra India (2,9 LU dan 95,6 BT di kedalaman 20 km (di laut berjarak sekitar 149 km selatan kota Meulaboh, NAD). Gempa itu disertai gelombang pasang (Tsunami) yang menyapu beberapa wilayah lepas pantai di Indonesia (Aceh dan Sumatera Utara), Sri Langka, India, Bangladesh, Malaysia, Thailand, Maladewa, Somalia, Myanmar, Tanzania, Seychelles, Afrika Selatan, Madagaskar dan Kenya. Jumlah korban tewas dari seluruh daerah yang terkena dampak tsunami diperkirakan mencapai lebih dari 170 ribu jiwa, dan sebagian besar adalah penduduk Indonesia. Warga Indonesia yang dipastikan meninggal pada saat itu adalah sejumlah 126.915 jiwa, korban luka-luka sekitar 100.000 orang, hilang 37.063 orang dan kehilangan tempat tinggal kurang lebih 517.000. Innalillahi....

Selain gempa di Aceh tersebut, yang baru-baru ini terjadi adalah gempa berkekuatan 7,2 SR di lepas pantai Mentawai pada 25 Oktober 2010 lalu. Korban tewas mencapai lebih dari 450 orang.

Ada lagi bencana yang sampai sekarang masih berlangsung, yaitu tragedi letusan gunung merapi. Gunung merapi sampai sekarang masih terus mengeluarhan awan panas disertai abu vulkanis yang berbahaya. Sampai hari ini, jumlah korban meninggal sudah mencapai lebih dari 30 jiwa, termasuk sang kuncen sendiri, Mbah Marijan, yang ditemukan meninggal dalam keadaan sedang sujud. Subhanallah...

Selama proses erupsi Merapi 2010, sebanyak dua juta kubik material vulkanik Gunung Merapi telah runtuh. Kini di puncak Merapi telah terbentuk kawah dengan diameter 200 meter. Hujan pasir dan abu mencapai radius 10 kilometer. Nggak tahu kapan Merapi akan mereda. Erupsi Merapi diperkirakan masih akan terjadi, tapi seberapa besar erupsi dan kapan waktunya sulit diprediksi. Mudah-mudahan prediksi itu salah. Amin...

Tidak hanya Gunung Merapi, aktivitas Gunung Anak Krakatau sejak pekan lalu meningkat. Padahal, letusan gunung Krakatu yang pernah tercatat dalam sejarah mengakibatkan dampak yang maha dahsyat. Kekuatannya dikabarkan sebanding dengan 30.000 kali kekuatan ledakan bom atom di Hiroshima pada Perang Dunia II. Hiii, merinding ngebayanginnya. Tapi mudah-mudahan semua bencana ini cepat berakhir dan tidak sampai kejadian yang macem-macem. Amin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar