Selamat datang! Dhia masih belajar ngeblog, makanya blognya aneh. Harap maklum....!! o_O

Selasa, 02 November 2010

22 Gunung Aktif Berbahaya di Indonesia

Kengerian semakin menjadi-jadi mengiringi bencana yang terus terjadi menimpa bumi Indonesia. Ditambah lagi dengan informasi yang disampaikan berkenaan dengan sejumlah gunung aktif yang berbahaya di Indonesia. Berdasarkan keterangan dari Kepala Subbidang Pengamatan Gunung Api Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Agus Budianto, Indonesia memiliki 129 gunung aktif. Menurut pantauan PVMBG ESDM, ada 22 gunung api tipe A yang status keamanannya tidak normal.

Berikut list 22 gunung tersebut :
18 gunung berapi berstatus waspada:
- Gunung Sinabung (Karo, Sumut)
- Gunung Talang (Solok, Sumbar)
- Gunung Kaba (Bengkulu)
- Gunung Kerinci (Jambi)
- Gunung Anak Krakatau (Lampung)
- Gunung Papandayan (Garut, Jabar)
- Gunung Slamet (Jateng)
- Gunung Bromo (Jatim)
- Gunung Semeru (Lumajang, Jatim)
- Gunung Batur (Bali)
- Gunung Rinjani (Lombok, NTB)
- Gunung Sangeang Api (Bima, NTB)
- Gunung Rokatenda (Flores, NTT)
- Gunung Egon (Sikka, NTT)
- Gunung Soputan (Minahasa Selatan, Sulut)
- Gunung Lokon (Tomohon, Sulut)
- Gunung Gamalama (Ternate, Maluku Utara)
- Gunung Dukono (Halmahera Utara, Maluku Utara)
- Gunung Seulawah Agam (Nangroe Aceh Darussalam)

2 gunung berapi berstatus siaga:
- Gunung Karangetang (Sulut)
- Gunung Ibu (Halmahera Barat, Maluku Utara)

1 gunung berapi berstatus awas:
- Gunung Merapi (Sleman, Yogyakarta)

Gunung tipe A adalah gunung berapi yang pernah bererupsi sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600. Sedangkan gunung berapi tipe B adalah gunung yang sesudah tahun 1600 tidak lagi mengalami erupsi. Gunung tipe C adalah gunung berapi yang erupsinya tidak diketahui dalam sejarah manusia, atau tidak ada catatan letusannya.

Status bahaya level I atau aktif normal artinya berdasarkan pengamatan visual, kegempaan dan gejala vulkanik lainnya tidak memperlihatkan adanya kelainan. Level II atau waspada berarti ada peningkatan kegiatan berupa kelainan yang tampak secara visual atau hasil pemeriksaan kawah, kegempaan dan gejala vulkanik lainnya.

Di level III atau siaga, terjadi peningkatan pengamatan kawah secara visual, kegempaan dan metide lain yang saling mendukung. Sedangkan level 4 atau awas, letusan awal mulai terjadi berupa abu/asap. Hal ini akan diikuti letusan utama.

Dua gunung api berstatus siaga, yaitu gunung Karangetang dan gunung Ibu, terletak pada sistem lempeng bumi yang kompleks di bagian timur, pada jalur Manado - gunung Ruang - gunung Karangetang - gunung Awu - Filiphina. Kawasan tersebut merupakan pertemuan lempeng Filiphina - lempeng Eurasia - lempeng Pasifik. Gunung Karangetang adalah gunung paling aktif di Indonesia, meletus setiap tahun. Pada gunung api berketinggian sekitar 1.700 meter di Kabupaten Siau, Sulawesi Utara, itu terjadi pertumbuhan kubah lava diikuti guguran awan panas, letusan dengan abu, lontaran massa pijar, dan guguran lava. Pada radius 4 kilometer sudah ada penduduk. Lerengnya amat curam, daratannya hampir tidak ada, langsung ke laut, akan sangat berbahaya bagi keamanan warga jika ada lahar.

Sementara itu, Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, juga terus mengeluarkan asap tebal setinggi 0,5 kilometer. Stasiun pemantauan di dekat lokasi juga mencatat minimal terjadi 40 kali gempa dalam sehari.

Di Sumatera Selatan, sejak sepekan terakhir aktivitas vulkanik Gunung Dempo di Kota Pagar Alam meningkat, ditandai dengan meningkatnya frekuensi gempa tektonik serta kenaikan aktivitas vulkanik. Berdasarkan catatan seismograf (alat perekam aktivitas gempa) di Posko Pengamatan Gunung Dempo, peningkatan aktivitas pertama kali terasa 25 Oktober 2010, bertepatan dengan gempa bumi serta tsunami di Kepulauan Mentawai. Pada hari itu terjadi enam kali getaran, pada 26 Oktober menjadi 30 kali, hari berikutnya 18 kali, lalu pada 28 Oktober menjadi 27 getaran. Selama kurun waktu 29 Oktober sampai 31 Oktober aktivitas gempa turun hingga enam kali.

Ketua Pos Pengamat Gunung Kerinci di Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi, Hery Prasetyo mengungkapkan, aktivitas kegempaan di Gunung Kerinci juga meningkat sejak Mei 2010. Aktivitas kegempaan Gunung Kerinci tercatat oleh alat seismograf, tetapi tidak dapat dirasakan manusia. Gempa yang terjadi hanya gempa vulkanik dan gempa tektonik, sedangkan gempa tremor tidak terjadi. Hery mengatakan, status Gunung Kerinci masih tetap Waspada yang berlangsung sejak tahun lalu. Kepulan asap dari puncak gunung ketinggiannya bervariasi, 300 meter sampai 500 meter, namun hal itu masih wajar.

Di Sumatera ada empat gunung api berstatus Waspada di antaranya adalah Gunung Sinabung yang meletus 7 Oktober. Gunung berstatus Waspada lainnya adalah Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda serta Gunung Papandayan yang berstatus Siaga sejak 28 Oktober 2010.

Di Bali, status dua gunung berapi aktif yang ada, yaitu Gunung Batur dan Gunung Agung, dipastikan aman bagi aktivitas wisata dan masyarakat di sekitarnya meski status Waspada Gunung Batur di wilayah Kabupaten Bangli sejak 8 November 2009 hingga kini belum dicabut.

sumber: detik.com, koran kompas edisi 3 November 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar